Kenapa TikTok Digemari Remaja Hingga Kecanduan? Ini 5 Alasannya

TikTok mulai naik daun sejak pandemi di tahun 2019, awalnya dianggap alay tetapi saat ini semua menggunakannya. Saat ini sudah memiliki lebih dari 1,5 miliyar pengguna yang rata-rata aktif menonton TikTok lebih dari 60 menit setiap harinya berdasarkan data di tahun 2022.

Ada banyak penyebab yang menjadikan pengguna TikTok melesat drastis. Pandemi menjadi salah satu penyebabnya. Banyak pengguna smartphone yang bosan dengan media sosial sebelumnya dan menginginkan hal baru.

TikTok hadir dengan hal baru tersebut, mengusung format video pendek dengan backsound menarik menjadi keunikannya tersendiri. Perlahan remaja yang sebelumnya menganggap alay mulai mencoba menggunakannya.

Selain itu, mungkin saja ada alasan lain yang menyebabkan banyak orang mulai aktif menggunakan TikTok. Silakan simak beberapa alasannya di bawah ini.

Alasan TikTok Digemari Remaja

Beberapa alasan ini merupakan pendapat pribadi yang menurut saya merupakan faktor penting mengapa remaja khususnya di Indonesia sangat menggemari TikTok dibandingkan media sosial lainnya.

1. Konten Melimpah

Konten Kreator TikTok
Image credit: pexels.com

Konten adalah raja dari segalanya, sebaik apapun Algoritma, Desain dan kecanggihan aplikasi, tidak akan berguna jika tidak memiliki banyak konten. Awalnya TikTok dianggap aplikasi alay karena banyak yang menggunakannya untuk membuat konten dance/joget.

Seiring berjalannya waktu semua berubah, saat ini segala jenis konten ada di aplikasi TikTok. Puluhan juta pengguna aktif harian tentunya menghasilkan jutaan konten yang diupload setiap harinya.

Ditambah konten kreator di TikTok sangat kreatif dalam membuat konten. Hal itulah yang menjadikan banyak orang penasaran dan mulai kecanduan menggunakan aplikasi TikTok.

2. Algoritma TikTok Cerdas

ByteDance merupakan perusahaan yang mengembangkan aplikasi TikTok. Dimana perusahaan ini merupakan salah satu pengembang teknologi kecerdasan buatan terbaik di China. Hal itulah yang berhasil membuat TikTok berada diposisi pertama dibanding media sosial lainnya.

Konten yang ditampilkan pada aplikasi sangat jarang meleset dari kesukaan penggunanya. Saya sendiri sudah merasakan perbedaan melihat konten di TikTok, Reels dan Youtube Shorts.

Hasilnya TikTok menyajikan konten yang sangat relevan dengan minat saya sebagai pengguna. Berbeda dengan 2 pesaingnya, terkadang masih sering memunculkan konten yang tidak sesuai.

3. Penggunaan Aplikasi Sangat Mudah

Berbeda dengan media sosial berbasis video lainnya, saat menggunakan aplikasi TikTok pengguna tidak diribetkan oleh banyaknya fitur. Saat membuka aplikasi langsung disuguhkan dengan konten yang menarik.

Gimana penggunanya tidak ketagihan, ibarat sedang makan kita sebagai pengguna sudah langsung disuapin konten menarik oleh aplikasi TikTok. Gak perlu lagi yang namanya ngetik untuk mencari, tinggal scrolling semuanya beres.

Pengguna hanya memerlukan satu jarinya untuk scrolling melihat konten lainnya. Jika penasaran hanya perlu membuka kolom komentar maka sistem TikTok akan otomatis merekomendasikan kata kunci yang bisa kita tekan untuk mencari tau hal tersebut.

Sangat sempurna bagi sebuah media sosial, bahkan hingga saat ini Youtube dan Instagram masih kewalahan memikirkan cara untuk menyaingi TikTok.

4. Tidak Memandang Followers

Berbeda dengan media sosial lainnya yang mempromosikan konten kita hanya ke pengikut atau teman saja. TikTok memunculkan inovasi baru yang sangat menarik bagi penggunanya.

Siapapun bisa sukses membuat konten dan terkenal di aplikasi TikTok. Tidak memandang jumlah pengikut, banyaknya teman, status sosial dan pekerjaan. Asalkan bisa membuat konten yang menarik, Algoritma akan otomatis mempromosikan video Anda ke pengguna yang dirasa menyukainya.

Hal inilah yang menjadikan TikTok sangat diminati, karena banyak remaja saat ini ingin terkenal dengan konten buatannya. TikTok merupakan media sosial terbaik yang dapat digunakan untuk mulai mempromosikan konten milik Anda!

5. Sound dan Lagu Menarik

Merupakan penyebab penting yang membuat TikTok sangat diminati para remaja. Dimana pengguna bebas menggunakan lagu untuk video mereka tanpa memusingkan hak cipta. Hal ini membuat banyak kreator menuangkan ide kreatif untuk membuat remix lagu agar lebih menarik.

Remaja Indonesia biasa menyebut lagu remix sebagai Jedag Jedug TikTok. Hanya bagian terbaik dari lagu tersebut yang dijadikan sebagai backsound video. Mendengar lagu di TikTok jadi terasa lebih menyenangkan dibanding mendengarkan lagu aslinya di Spotify.

Meme TikTok Musik

Tentunya itu menyebabkan dopamin dalam otak meningkat hingga pengguna sulit berhenti dan akhirnya kecanduan scrolling di aplikasi TikTok.

Mengatasi Kecanduan TikTok

Saking sempurnanya media sosial TikTok, banyak pengguna yang mulai sulit untuk berhenti menggunakan aplikasinya. Jika hal ini terjadi, bisa coba ikuti beberapa solusi di bawah ini.

1. Kurangi Penggunaan Smartphone

Langkah paling ampuh untuk mengatasi kecanduan dalam penggunaan TikTok adalah membatasi penggunaan smartphone. Awalnya memang agak sulit, coba lakukan dengan cara mengurangi penggunaan secara perlahan.

Misalnya, Anda terbiasa menggunakan smartphone 6 jam dalam sehari. Maka cobalah untuk mulai kurangi 30 menit setiap minggunya. Caranya bisa mengaktifkan fitur alarm pada saat menggunakan smartphone.

2. Batasi Pemakaian Internet

Karena media sosial TikTok menyediakan konten berupa video, otomatis penggunaan Internet akan cukup tinggi. Maka dari itu membatasi pemakaian Internet bisa menjadi solusi bila sudah terlanjur ketagihan TikTok.

Anda bisa melakukan pembatasan Internet pada pengaturan di smartphone. Setiap perangkat caranya berbeda, intinya Anda bisa mengubah di Pengaturan pada bagian Mobile Data atau Wi-Fi.

3. Mencari Kesibukan Lainnya

Langkah terakhir apabila masih belum bisa mengatasi masalah kecanduan adalah mencari kesibukan lain. Cobalah untuk berolahraga, bermain secara langsung dengan teman atau keluarga.

Lakukan kegiatan yang membuat Anda tidak memikirkan TikTok.

Akhir Kata

Mungkin itu saja yang bisa saya tulis mengenai kenapa TikTok digemari dikalangan remaja hingga menyebabkan kecanduan. Memiliki alasan dan solusi lain untuk mengatasi fenomena TikTok dikalangan remaja? silakan berkomentar dibawah.

Sekian untuk artikel kali ini, apabila ada kesalahan dalam penulisan kata dan kalimat mohon dimaklumi, terima kasih.